StudentSite-UG
Senin, 09 Juli 2018
Rabu, 29 Maret 2017
Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 #softskill
Child
labour in Indonesia and Timor-Leste
Although there has been progress in
reducing child labour(british)
in Indonesia and Timor-Leste, the problem persists. Research by the ILO’s
International Programme for the Elimination of Child Labour(british) (IPEC) has found working children in a
number of economic sectors, including domestic labour(british), seafood processing, mining and quarrying,
rag-picking and scavenging, rubber(british)
and sugar-cane plantations, entertainment and other services.
This list is not exclusive but it gives an indication of the efforts being made to document the many and varied forms of child labour(british).
The obvious(british) vulnerability of working children also means that some face a further layer of exploitation - becoming victims of trafficking(Amerika) and sexual abuse.
If nothing is done about child labour(british) the child labourers(british) become young people with poor employment prospects(Amerika). After all(Amerika), he cannot lift their own families out of the poverty trap, cannot become parents able to give their children a better life, and cannot contribute effectively to national development.
Education therefore is the key(British). Through education and training economically and socially marginalized(Amerika) children and young people can lift themselves out of poverty and find ways to take a role in participate in their societies.
This list is not exclusive but it gives an indication of the efforts being made to document the many and varied forms of child labour(british).
The obvious(british) vulnerability of working children also means that some face a further layer of exploitation - becoming victims of trafficking(Amerika) and sexual abuse.
If nothing is done about child labour(british) the child labourers(british) become young people with poor employment prospects(Amerika). After all(Amerika), he cannot lift their own families out of the poverty trap, cannot become parents able to give their children a better life, and cannot contribute effectively to national development.
Education therefore is the key(British). Through education and training economically and socially marginalized(Amerika) children and young people can lift themselves out of poverty and find ways to take a role in participate in their societies.
Rabu, 25 Januari 2017
Sabtu, 17 Desember 2016
Minggu, 26 Juni 2016
TULISAN BEBAS non ilmiah
FilmThe Conjuring 2 dijamin bakal lebih mengerikan dari film sebelumnya, The Conjuring.
Yang membuat film ini bikin merinding adalah ceritanya yang
terinspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh sebuah keluarga di
Enfield – Inggris. Ini dia 5 fakta tentang kisah nyata di balik film The Conjuring 2.
Kasus di Enfield tahun 1977
The Conjuring 2 terinspirasi oleh kasus yang dialami oleh keluarga Hodgson yang tinggal di Enfield London tahun 1977. Peggy Hodgson tinggal bersama empat anaknya. Di rumah merekalah terjadi peristiwa supernatural itu.Dialami cewek 11 tahun
Yang benar-benar mengalami langsung adalah Janet Hodgson yang kala itu masih berumur 11 tahun. Tiba-tiba Janet mendengar suara dan melihat benda-benda dan furnitur bergerak sendiri. “ Ngeri banget melihat benda-benda yang bergerak sendiri karena kamu enggak tahu benda itu akan jatuh dimana. Aku ingat ada tirai yang bergerak dekat leher aku. Aku menjerit karena aku pikir aku akan mati,” kenang Janet yang sekarang sudah pindah ke Essex – Inggris.
Kerasukan Suara Cowok
Janet enggak hanya melihat benda-benda bergerak. Dia juga bisa mendengar cowok yang marah. Bahkan Janet penah kerasukan dan cowok yang mengaku bernama Bill itu marah karena mereka menempati rumahnya.Menghantui seluruh keluarga
Walau yang sering diganggu adalah Janet tapi seluruh anggota keluarga pun ikut terganggu dan jadi takut juga. Tiba-tiba sering terdengar suara berbisik yang mencegam. Margaret, kakaknya Janet ingat betul peristiwa itu. “ Tiba-tiba terdengar suara aneh di dalam rumah. Kamu enggak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Enggak ada yang bisa tidur saat itu,” kenang Margaret.
Dibully karena peristiwa ini
Peristiwa supernatural yang dialami oleh Janet membuat dia jadi korban bullying di sekolahnya. Di sekolah Janet mendapat julukan ‘ghost girl’ . Karena ini juga Janet sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Setelah dewasa Janet merasa lebih mengerti soal kejadian yang menimpa dirinya saat kecil. “ Aku dulu merasa dimanfaatkan oleh satu kekuatan yang enggak dimengerti oleh orang lain. Aku enggak mau terlalu memikirkannya. Aku enggak yakin kalau poltergeist (kekuatan supernatural) itu jahat. Rasanya lebih pada keinginan dia (si arwah) yang ingin menjadi bagian dari keluarga kami.”
sumber : http://kawankumagz.com/Feature/Playground/5-Fakta-Tentang-Kisah-Nyata-Di-Balik-Film-The-Conjuring-2
Langganan:
Postingan (Atom)




















